Analisis Pengantar Antropologi

Nama : Mega yunawati

NIM : A1A107009

Mata Kuliah : Pengantar Antropologi

TUGAS PENGANTAR ANTROPOLOGI

SOAL

1. Bagaimana memindahkan personality dibangun atas pilar pengetahuan, perasaan dan naluri dalam tindakan manusia?

2. Jelaskan, dan mantapkan dengan contoh konkret, bagaimana tiga wujud kebudayaan memindahkan pada kebudayaan suatu masyarakat yakni

3. Bagaimana kita memaknai konsep migrasi, akulturasi dan asimilasi dalam memahami masyarakat Banjar?

4. Tidak diragukan lagi, Indonesia adalah Negara yang sumber daya alamnya melimpah ruah, tetapi bagaimana kita memaknai dalam pandangan kaji kebudayaan, kenapa kekayaan sumber daya tersebut tidak menjadikan masyarakat mendapatkan tingkat kemakmuran memadai?

5. Ditinjau dari kajian teori kebudayaan, apa penyebab pokok para guru susah melakukan penemuan-penemuan dan atau penerapan penemuan-penemuan baru dalam pembaharuan pendidikan?

JAWABAN

1. Personality (kepribadian) adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia. Personality apabila dibangun di atas pilar pengetahuan maka tingkah laku atau tindakan manusia akan dipengaruhi oleh pengetahuan yang pernah diterimanya. Dalam bertindak manusia juga tidak lepas dari perasaan dan naluri, seseorang akan berusaha bertindak untuk mendapatkan hal positif yang diinginkannya, hal ini karena dorongan dari dalam dirinya untuk mendapatkan perasaan kebahagiaan atau kenikmatan bagi dirinya, dan berusaha bertindak untuk menghindari hal negatif yang merupakan dorongan dari dalam dirinya untuk menghindari perasaan yang tidak enak atau tidak baik bagi dirinya.

2. Kebudayaan terdiri dari tiga wujud yaitu: Pertama yaitu ide yang sifatnya abstrak, merupakan pikiran warga masyarakat yang tidak dapat diraba. Kedua yaitu tindakan, merupakan kelanjutan dari pikiran warga masyarakat yang diwujudkan dengan tindakan berpola dari masyarakat itu sendiri berupa aktivitas-aktivitas manusia dalam masyarakat. Ketiga yaitu hasil karya manusia yang bersifat konkret dan berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan di foto yang merupakan seluruh total dari hasil aktivitas, perbuatan, dan karya manusia dalam masyarakat. Contohnya seseorang memikirkan ingin membuat alat transportasi air karena lingkungan tempat tinggalnya adalah sungai, kemudian dia melakukan tindakan dengan membuat perahu, dari pikiran dan tindakan manusia tersebut menghasilkan sebuah karya berupa perahu yang dapat digunakan sebagai alat transportasi sungai.

3. Dalam masyarakat Banjar banyak dijumpai orang-orang dari berbagai suku dan bangsa seperti Jawa, Cina, Arab, dan lain-lain. Mereka datang atau bermigrasi ke daerah Banjar. Kedatangan suku-suku da bangsa dari luar Banjar tersebut menyebabkan terjadinya percampuran budaya, suku-suku dari luar yang datang ke Banjar membawa budayanya dan membaur dengan budaya Banjar, namun unsur dari kebudayaan yang berbeda tersebut masih ada (tanpa menghilangkan unsur kebudayan itu sendiri). Kemudian setelah sekian lama bergaul langsung secara intensif unsur kebudayaan masing-masing berubah sifatnya yang khas menjadi campuran kebudayaan, dan golongan minoritas (suku atau bangsa di luar Banjar) menyesuaikan dan masuk ke kebudayaan mayoritas (masyarakat Banjar).

4. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, namun banyak sumber daya alam Indonesia yang dikelola oleh pihak asing, hal ini karena kualitas sumber daya manusia Indonesia yang masih rendah sehingga hasil-hasil dari sumber daya alam tersebut banyak dikeruk oleh pihak asing sementara rakyat Indonesia hanya mendapatkan sedikit keuntungan dan lebih banyak mendapatkan kerugian seperti rusaknya lingkungan yang menimbulkan bencana alam. Padahal kekayaan alam Indonesia yang begitu banyak jika dikelola dengan baik akan dapat memakmurkan rakyat Indonesia.

5. Penyebab pokok para guru susah melakukan penemuan-penemuan dan penerapan penemuan-penemuan baru dalam pembaharuan pendidikan yaitu karena tidak adanya kesadaran dan daya kreatif dari individu (guru) untuk menemukan sesuatu yang bisa berguna bagi pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan, kurangnya keahlian dan penghargaan masyarakat dan pemerintah terhadap guru sehingga guru kurang terangsang untuk beraktivitas menciptakan suatu penemuan baru untuk pembaharuan pendidikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s