BAHASA BANJAR KUALA

aaaaBahasa Banjar Kuala adalah bahasa yang tumbuh dan berkembang di wilayah Kuala sungai Barito dan sungai Martapura dengan cabangnya sungai Riam Kanan dan Riam Kiwa, atau tepatnya meliputi kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut, serta kota Banjarmasin dan Banjarbaru. Bahkan pemakaiannya meluas hingga wilayah pesisir bagian tenggara Kalimantan (bekas Afdelling Kota Baru) yaitu kabupaten Tanah Bumbu dan Kota Baru. Bahasa Banjar Kuala mempunyai peran, kedudukan, dan fungsi yang cukup penting sebagai bahasa perhubungan nonformal sampai ke udik-udik sungai Barito.

aaaaBahasa Banjar merupakan anak cabang bahasa yang berkembang dari bahasa Melayu, dan bahasa Banjar Kuala banyak manggunakan kata etnik Melayu. Dialek bahasa Banjar Kuala yaitu mengalun, meliuk-liuk, tidak keras dan tidak cepat. Dalam bahasa Banjar Kuala terdapat enam huruf vokal yaitu a, i, u, e, o, dan e’. Dialek bahas Banjar Kuala yang asli dituturkan seperti di daerah Kuin, Sungai Jingah, Banua Anyar, dan sebagainya di sekitar kota Banjarmasin yang merupakan daerah awal berkembangnya kesultanan Banjar.

1. Morfem

aaaaSeperti halnya pada bahas-bahasa lain, bahasa Banjar Kuala juga dikenal dua jenis Morfem, yaitu morfem bebas dan morfem terikat.

a. Morfem Bebas

Morfem bebas bersuku satu:

contoh:

ja ‘saja’

nang ‘yang’

si ‘si’

gin ‘juga’

Morfem bebas bersuku dua:

contoh:

abah ‘ayah’

egal ‘tari’

hendep                 ‘ pendek’

Morfem bebas bersuku tiga:

contoh:

tatudung              ‘ tutup’

lelengkang ‘ jendela’

keradau ‘ tanpa dasar’

Morfem bebas bersuku empat:

contoh:

paludahan ‘ tempat berludah’

karuntukan ‘ berkelompok termenung’

Morfem bersuku:

contoh:

balangkesua ‘ buah’

cacurutcucur ‘ semacam kue’

b. Morfem Terikat

Contoh :  malempang ‘menempeleng’

kuciakan ‘berteriak’

jamba ‘sergap’

karindangan ‘jatuh cinta’

2. Jenis Kata

aaaaJenis kata pada bahasa Banjar Kuala dikelompokkan ke dalam empat jenis:

a. Kata Benda

Contoh: Udin ‘ nama orang’

Kuin ‘nama tempat

wadai ‘kue’

Contoh dalam bentuk kalimat:   si kambang barentang

b. Kata Kerja

aaaaKata kerja dapat digolongkan dengan ciri sebagai berikut:

1. Didahului atau diikuti oleh kata sudah ‘sudah’, limbah ‘sesudah’ handak           aa‘hendak’, kada ‘tidak’

2. Diikuti oleh kata benda sebagai objek

3. Diikuti oleh kata sorangan ‘sendirian’

Contoh: Sudah mandi ‘sudah mandi’

Limbah makan ‘sesudah makan’

c. Kata Sifat

aaaaKata sifat dapat digolongkan dengan ciri sebagai berikut:

1. Didahului oleh kata paling ‘paling’

2. Didahului oleh kata banar ‘sekali’

3. Mengikuti kata benda

Contoh: paling gonol ‘ paling besar’

laju banar ‘laju sekali’

d. Kata Tugas

Ciri-ciri kata tugas:

1. Tidak dapat menduduki fungsi-fungsi pokok dalam kalimat seperti subjek,  aapredikat, dan objek.

2. Tidak dapat membentuk kalimat dalam bentuk sepatah kata dengan kata aalain.

3. Tugas penentu.

Contoh: ka ‘ke’                        (Tugas penentu)

gasan ‘untuk’           (Tugas Penentu)

kena ‘nanti’             (Tugas keterangan)

kada ‘tidak’              (Tugas Penjelas)

kaya apa ‘seperti apa’  (Tugas tanya)

-pang ‘memang’        (Tugas Klitik)

3. Jenis Kalimat

a. Kalimat Tungal

Contoh: Muha sidin hibak lawan pupur nang malopeng

‘Muka beliau penuh dengan bedak yang pelepotan’

Unda bajalan dahulu

‘aku (pergi) jalan dulu.

b. Kalimat Bersusun

Contoh: Sidin datang parahatan kami baolah wadai

‘Beliau datang ketika kami membuat kue’

c. Kalimat Majemuk

Contoh: Kada kawa ulun guring di tilam, ulun kena guring di higa tajau tu,  aaaaaaapa ulun humap banar

‘Tidak dapat saya tidur di kasur, saya nanti tidur di samping belanga  aaaaaaaitu sebab saya gerah sekali’

d. Kalimat Uraian

Kalimat uraian adalah kalimat yang mengandung konjungsi: maka ‘maka’, lamun ‘jika’, jadi ‘jadi’, dan tapi ‘tetapi’.

Contoh: makanya am ‘maka dari itu’

lamun hakun ‘jika mau’

tapi esok ‘tetapi besok’

e. Kalimat Sampingan

Contoh: Nang mancuntan samalam tuh ‘yang mencuri kemarin (itu)’

Ikam kada tahu jua ‘kamu tidak tahu juga’

f. Kalimat Elips

Contoh: Imbah itu bulik ‘sesudah itu pulang’

Juranggatan kada sing pakuan ‘berjungkitan tidak berpaku’

g. Kalimat Tambahan

Contoh: habis kesah ‘Habis cerita’

h. Kalimat Jawaban

Contoh: sudah ‘sudah’

balum ‘belum’

baik haja ‘baik saja’

sudah tulak                                                                ‘sudah pergi’

i. Kalimat Seruan

Contoh: Bagusnya! ‘bagusnya!’

Jangan hakun! ‘Jangan mau!’

Umai pintarnya! ‘aduh pintarnya!’

j. Kalimat Pernyataan

Contoh: Aku kada tahu mun ikam datang

‘Aku tidak tahu jika kamu datang’

Sabujurannya aku kada tahu

‘Sebenarnya aku kada tahu’

k. Kalimat Pertanyaan

Ciri-cirinya:

1. Ada kata tanya

2. Adanya partikel kah ; dan

3. Adanya lagu tanya

Contoh: Kaya apa nyawa wayah ini?

‘Bagaimana kamu sekarang ini?’

Dimana rumah sidin?

‘Dimana rumah beliau?’

l. Kalimat Perintah

Contoh: Ambili pang ading!

‘Jemputlah adik!’

tulak pang ikam satumat!

‘Pergilah kamu sebentar!’

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s